Jumat, 22 Juni 2012

cerpen someday


SOMEDAY

Di suatu pagi , di sebuah rumah yang sangat besar.

“IU ayo bangun” teriak seorang wanita dari luar kamar.
“hmmmm… , iya sebentar” jawab IU malas.

Dan wanita dengan memakai baju berwarna ungu itu pun masuk kedalam kamar IU dan menggoncang tubuhnya.

“ayo cepat , kau tidak mau terlambat ke sekolah kan?”Tanya wanita itu.
“baiklah ma , aku bangun.” Jawab IU kepada mamanya.

IU pun dengan terpaksa masuk kedalam kamar mandinya. (kenapa setiap hariku selalu di isi dengan hal-hal yang membosankan) gerutu IU dalam hati.
Setelah berlama-lama di kamar mandi IU pun turun ke bawah untuk memakan sarapan paginya.

“mama akan pergi”
“lagi?”Tanya IU
“iya , hari ini ada rapat penting yang harus mama datangi” jawab mamanya.
“sekarang dimana lagi?”Tanya IU dengan kesal.
“di prancis , kau mau minta sesuatu agar mama membawanya?”
“tidak” jawab IU singkat, IU langsung pergi dengan membawa tas yang melingkari tangannya.

Di dalam mobil dia slalu menggerutu , kenapa dia tidak bisa mendapatkan kasih sayang .
“kenapa aku harus menjalani hidup seperti ini , mama pergi ke prancis , dan papa harus mengurus urusannya di amerika. Semuanya tidak adil” teriak IU didalam mobilnya.
Tiba tiba , dengan tidak sengaja IU hampir saja menabrak seorang pria di depan mobilnya.
“hei.. , apakah kau buta?” teriak IU kepada pria itu.
“oh , apakah aku yang salah?”Tanya pria itu kepada IU.
“ya , jelas-jelas ada mobil yang sedang melaju kau malah berdiri di situ. Kau harus meminta maaf” Jawab IU dengan nada lantang.
“apa yang kau katakan? Seharusnya kau yang meminta maaf kepadaku”
“apakah aku yang bersalah?” Tanya IU lagi.
“iya!! Karena kau yang menyetir tidak melihat lihat.” Jawab pria itu lagi.
“sudahlah , aku tidak mau mendengarnya lagi , minggir” ketus IU

IU langsung mengebut mobilnya dan meninggalkan pria itu.
Sesampainya di kampus IU menemui temannya jiyeon.
“hei  ji” teriak IU dari kejauhan.
“ada apa IU?”Tanya jiyeon keheranan.
“hari ini kau bisa kerumahku?”
“tentu saja , apa perlu aku mengajak suzy?”
“tidak , kau saja sudah cukup”
Jiyeon dan IU langsung memasuki kelas , semua para mahasiswa di kampus itu tahu , kalau jiyeon , IU dan suzy adalah anak yang paling popular di kampus.
IU menceritakan kejadian yang dia alami tadi pagi kepada jiyeon.
“morning class , hari ini kita kedatangan murid baru. Tolong perkenalkan diri kamu.” Jawab guru yang membawa pria di sampingnya.
“ji.. , itu pria yang aku ceritakan tadi.”
“dia? Apakah kau yakin?”Tanya jiyeon dengan serius.
“ya , aku tanda kalau dia memakai baju kuning”

“annyeong , saya jang wooyoung , saya berasal dari seoul . dan saya adalah murid pindahan panggil saja saya wooyoung , senang bertemu dengan kalian.”
“ternyata dia manis IU” ejek jiyeon.
“kau? Kau bilang dia manis? Tidak mungkin” cela IU dengan cepat.

“baiklah murid murid , kalian harus berteman baik dengan wooyoung . saya harus pergi ke kantor selamat pagi”

Semua murid yang di dalam kelas , menyapa wooyoung . dan ada yang menyukai dia sejak pandangan pertama tadi. Wooyoung berjalan menuju bangku kosong yang tidak jauh dari letak bangku IU.
Bel istirahat pun berbunyi. Dengan tidak sengaja wooyoung menabrak IU yang sedang membaca buku.
“hei , apakah kau tidak punya mata?” teriak IU.
“maaf” jawab wooyoung dengan penuh rasa penyesalan.
“kau? Kau yang hampir menabraku tadi pagi kan?” Tanya wooyoung dengan kesal.
“oh itu kau ternyata. Kau yang murid baru tadi kan? Jang wooyoung.” Ledek IU.
“iya , apakah kau tidak suka?” teriak wooyoung.
“baik-baiklah disini” jawab IU.

IU langsung pergi meninggalkan wooyoung . tidak disangka kalau hari ini ada ujian fisika , salah satu pelajaran yang paling IU benci. Guru yang mengajar langsung masuk kedalam kelas dan membagikan setumpuk soal kepada semua siswa.
“aduh , bagaimana cara aku menjawab semua soalnya? Aku belum belajar sama sekali.” Gerutu IU.
“baiklah waktu tinggal sepuluh menit lagi.” Teriak guru fisika itu.
“apa boleh buat , aku harus menjawab dengan semampuku.” Jawab IU dengan pasrah.

Akhirnya IU menjawab semua soal dengan pasrah , dia tidak tahu yang dia jawab benar atau tidak. Urusan benar atau tidak itu urusan belakangan.

Bel pulang pun berbunyi , IU pergi dengan jiyeon untuk menuju kerumah IU.
“hei jiyeon” teriak pria dari kejauhan.
Jiyeon mencoba mencari dari mana suara itu berasal. Dan dia menemukan seorang pria yang melemparkan senyuman kepadanya.
“JB? Ada apa?” Tanya jiyeon dengan malu.
“kenapa kau tidak membalas pesanku?”
“maaf , semalam aku ketiduran , maaf ya JB” jawab jiyeon dengan nada bersalah.
“hei JB , apakah kau tidak tidur semalaman karena jiyeon tidak membalas pesanmu?” ledek IU.
“sshh , kenapa kau membongkar rahasia itu” bisik JB.
“sudahlah , kami mau pergi kerumahku. Apakah kau mau ikut?” ajak IU
“nanti aku nyusul , aku akan mengajak temanku” jawab JB , dia langsung pergi meninggalkan IU dan jiyeon.

IU dan jiyeon melanjutkan perjalanan nya.
Sementara itu JB mengajak wooyoung untuk pergi kerumah IU , tidak ada yang tahu kalau mereka berdua adalah sahabat sejak kecil.

setelah sampai di rumah . mereka menonton serial drama terbaru. Dan membeli sejumlah makanan untuk menonton.

“ji , sepertinya kau harus menanyakan kepada JB . apakah mereka jadi kesini.” Usul IU.

(JB , apakah kalian jadi datang ke rumah IU?)
(kami sudah sampai di depan rumah IU)

“wah , sepertinya ada yang tidak sabar” ledek JB.
“ayo masuk” jawab IU “ dimana temanmu?”
“ah.. , ayo masuk woo” ajak JB.

IU dan jiyeon tercengang melihat mereka bersama. Tidak biasanya JB akrab dengan seseorang kecuali mereka berdua.

“kau anak baru tadi kan?” Tanya jiyeon.
“iya salam kenal”jawab wooyoung dengan lembut.
“dia adalah sahabat kecilku , jadi kalian harus baik kepadanya. Oh ya woo , ini IU , dan ini jiyeon.”
“jadi kau jiyeon?” Tanya wooyoung.
“iya , kenapa?”
“JB sudah banyak menceritakan mu kepadaku.”
Jiyeon langsung bertanya kepada JB “ apakah itu benar”
“hmm , iya” jawab JB dengan malu.

Sementara IU dan jiyeon pergi membeli makanan di supermarket terdekat , JB dan wooyoung asik bermain PS.
“apakah kau memang dekat dengan mereka?”Tanya wooyoung.
“iya , kenapa? Kau pasti akan dekat dengan kami woo” jawab JB dengan pasti.
“jadi kalian sering kesini?” Tanya woo lagi.
“tidak , hanya setiap malam jum’at dan sabtu malam” jawab JB.

IU dan jiyeon pun pulang , mereka membeli mie dan beberapa snack lain.
“film apa yang akan kita tonton hari ini?” Tanya JB dengan semangat.
“bagaimana kalau deathbell” usul jiyeon.
“hmm , kau mau menonton itu karena kau berperan di deathbell kan?” Tanya IU.
“hehe , iya.” Jawab jiyeon.
“tapi aku mau mengambil bantal sebentar” sahut IU.
“baiklah miss penakut” sindir JB.

IU langsung berlari keatas untuk mengambil bantal kesayangannya , dan kembali duduk di ruang tv.
Film pun di putar , sejak pertama film itu diputar . muka IU slalu di tutupi oleh bantal , wooyoung melihat tingkah laku IU yang konyol itu hanya bisa tertawa di dalam hati. Saat adegan pembunuhan dengan tidak sengaja IU memegang tangan wooyoung . wooyoung heran dan melihat IU yang dari tadi memegang bantalnya.

Setelah film berakhir IU melepas tangan wooyoung.
“maaf” kata IU dengan gugup.
“tidak papa” jawab wooyoung lembut.

Setelah berlama-lama di rumah IU mereka memutuskan untuk pulang.
“IU , kami pulang ya..” sahut JB.
“baiklah”jawab IU.
“hei ji , kau tidak ikut?” Tanya JB.
“tidak , aku masih mau disini.” Jawab jiyeon.
“baiklah.” JB dan wooyoung pun pergi meninggalkan rumah IU.

Sementara itu , IU menceritakan semua kejadian yang di alaminya tadi.
“bagaimana itu ji?” Tanya IU.
“kenapa?” Tanya jiyeon.
“tadi , waktu nonton tadi dengan tidak sengaja aku memegang tangan wooyoung dengan erat. Entah kenapa aku gugup.”
“ahh , mungkin kau suka padanya” sahut jiyeon sambil tertawa.
“iss , mana mungkin aku suka dengannya . sudahlah aku mau ke kamar.”
“baiklah , aku pulang ya..”  jiyeon pun pergi meninggalkan rumah IU.

Ke esokan pagi , di kampus.

“hei jiyeon , IU kemana? Dia tidak datang ya?” Tanya seorang dari belakang.
Jiyeon menoleh kebelakang.
“mungkin , tapi aku tidak tahu” jawab jiyeon dengan singkat , jiyeon bersama memasuki kelas bersama JB. Wooyoung pun menyosor dari belakang.
“hei , kalau jalan pakai mata dong” teriak jiyeon kepada wooyoung.
“maaf” jawab wooyoung.
“woo , kenapa kau terburu-buru?” Tanya JB.
“ada urusan penting”
Wooyoung pergi meninggalkan JB dan jiyeon , dia memasuki kelas dengan berlari-lari.
Bel masuk pun berbunyi, entah kenapa wooyoung selalu melihat kea rah meja IU. Sesekali JB menanyakan kepada wooyoung kenapa dia aneh hari ini.
“kau tidak papa woo?” Tanya JB.
“iya , aku tidak papa” tetapi tetap saja wooyoung selalu gelisah.
Setelah pelajaran berakhir , jiyeon berjalan ke meja wooyoung.

“boleh aku duduk?” Tanya jiyeon.
“silahkan” jawab wooyoung.
“kau? Kau merindukan IU kan?” ejek jiyeon.
“t.iii…dd..aa..kk” mendengar nama IU wooyoung pun jadi semakin gelisah.
“sudah , jujur saja” tegas jiyeon.
“tapi , kau jangan bilang kepadanya ya , kalau aku cuman cemas.”
“baiklah , sepulang dari kampus kita kerumah IU. Bagaimana?” Tanya jiyeon.
“tt..aappii”
“alah , sudah kalau masalah malu tenang saja” jawab jiyeon .
Jiyeon meninggalkan wooyoung sendirian , dan pergi menemui JB di ruang latihan.
“JB!!” teriak jiyeon dari kejauhan.
“ada apa?” Tanya JB khawatir.
“bagaimana kalau pulang nanti kita menjenguk IU?” usul jiyeon.
“boleh , tapi kita kasih dia apa?” Tanya JB.
“bagaimana kalau boneka teddy bear yang besar?”usul JB.
“ahh , dia sudah banyak boneka. Bagaimana kalau gitar baru? Dia kan sangat suka gitar.”
“baiklah.”

Pulang dari kampus jiyeon , JB , dan wooyoung mampir ke toko gitar.
“warna apa yang dia suka?” Tanya JB kepada jiyeon.
“dia suka warna merah dan kuning” jawab jiyeon.
Setelah sampai ke toko gitar mereka langsung mencari gitar yang berwarna kuning atau merah.
“permisi apa ada gitar yang berwarna kuning atau merah?” Tanya JB.
“oh , tunggu sebentar.”
Si penjual pun mengeluarkan banyak gitar yang berwarna merah atau kuning. Tapi masih tidak ada yang bagus.
sementara itu wooyoung juga mencarikan gitar untuk IU , dan pilihannya jatuh ke gitar yang berwarna merah dan dihiasi bintang berwarna kuning.
“bagaimana kalau ini?” Tanya wooyoung.
“bagus”jawab JB.
“iya , pilihanmu bagus” jiyeon mengangkat jempolnya.
“berapa pak?” Tanya JB.
“RP.999.000”
“ini” JB mengeluarkan dompetnya dan memberikan uang , tetapi wooyoung meminta untuk dia saja yang membayar.
“ini pak” wooyoung memberi uangnya.
“tunggu sebentar , “ cegat si penjual gitar.
“sebenarnya ini adalah salah satu bagian dari gitar itu.” Bapak itu memberikan gelang dan kalung yang dihiasi dengan bintang yang berwarna kuning dan merah.
“terimah kasih” jawab wooyoung.

Mereka pergi dengan cepat kearah rumah IU , sesampainya di sana mereka sudah di sambut oleh penjaga gerbangnya.
“apakah IU ada dirumah?” Tanya jiyeon.
“dia ada di rumah sakit” jawab penjaga gerbang itu.
“apa? Di rumah sakit?” Tanya wooyoung
“iya , kalian tidak tau ya?” Tanya penjaga itu.
“tidak , emangnya dia sakit apa?” jawab jiyeon.
“dia demam tinggi . dan dokter belum memberitahu apa penyakitnya , kalau kalian mau menjenguknya datang ke rumah sakit Pyongyang , nomor kamarnya 301”
“terimah kasih” jawab wooyoung.

Mereka pun pergi kerumah sakit dimana IU dirawat. Sesampainya disana  , mereka masuk ke dalam lift dan berhenti di lantai 10.
“(299 , 300 , 301… ini dia)” sahut wooyoung dalam hati.

Tok..tok…
Mereka mengetuk pintu , tetapi tidak ada balasan dari dalam.
Mereka mencoba untuk mengetuknya kembali.
Tetapi tetap saja tidak ada jawaban , dan salah satu perawat yang lewat pun bertanya. “kalian mencari IU?” Tanya perawat itu dengan lembut.
“iya ,  dia dimana suster?” Tanya jiyeon.
“tunggu saja disini , dia akan segera kembali dari terapinya” jawab suster itu , dan suster itu meninggalkan mereka.
Dan perkataan suster itu benar , IU pun muncul dengan kursi dorong yang di dorong oleh pembantunya.
“jiyeon , JB , wooyoung? Ngapain kalian disini?” Tanya IU dengan heran.
“kamu sakit apa?” Tanya jiyeon.
“mmm.. , itu masih belum tau apa penyakitnya” jawab IU dengan ragu-ragu.
“ayo masuk” sahut pembantunya IU.
Di dalam kamar rawat IU , wooyoung hanya bisa tersenyum melihat IU tertawa bersama JB dan jiyeon. “hei woo , apakah kau masih akan memendam gitar itu atau kau akan memberikannya kepada IU?” ledek JB , jiyeon langsung menyikut perut JB.
“mm , ini untukmu.” Wooyoung pun memberikan gitar itu kepada IU. IU hanya bisa terdiam dan menerima hadiah dari wooyoung.
“apakah kau sudah makan siang?” Tanya jiyeon kepada IU.
“aku tidak selera makan” jawab IU.
“ayolah , kau harus makan”.
“kapan kau akan sekolah?” wooyoung memotong pembicaraan mereka.
“itu .. , aku belum tau mungkin 2 minggu lagi.” Jawab IU.
“mmm , begitu” jawab wooyoung.
“kalau begitu , aku dan JB akan mencari makanan di dekat sini . kalian berdua ya..” sahut jiyeon , dan pergi meninggalkan IU dan wooyoung. Setelah keluar dari kamar IU , JB bertanya kepada jiyeon
“kenapa kita keluar?”
“huuufff , kau masih belum mengerti juga ya , wooyoung itu menyukai IU”
“benarkah ,!!” teriak JB
“kenapa? Kau cemburu?” Tanya jiyeon.
“kalau begitu ,ayo ikut” JB menarik tangan jiyeon ke sebuah ayunan di taman rumah sakit.
“ada apa?” Tanya jiyeon dengan polos.
“ini” JB memberikan jiyeon sepasang sepatu bekas.
“apa ini?”
“ini sepatu bekasku , ini adalah yang pertama. Seperti sepasang kekasih yang lain , ini aku ibaratkan cincin. Jadi tolong di jaga baik-baik” jawab JB dengan tersenyum. Dan dia pergi meninggalkan jiyeon , tapi sewaktu JB berjalan , jiyeon melemparkan sepatu itu ke JB.
“kau member aku sepatu bekas?sshh” muka jiyeon langsung berubah menjadi merah.
JB tidak bisa berkata apa-apa , dia terdiam dan perlahan berjalan meninggalkan jiyeon. Tapi diam diam jiyeon mengambil sepatu itu dan membersihkannya dengan wajah tersenyum bahagia.
JB melihat kalau jiyeon membersihkan sepatu bekasnya.
Ketika JB ada di depan jiyeon , JB menunduk agar sejajar dengan jiyeon yang sedang duduk di ayunan.
JB langsung mencium pipi jiyeon , dan tersenyum.
“benar-benar merusak selera makan orang saja” bisik jiyeon.
“apa?”
“kkk…aa..uuu , merusak selera makan orang” jawab jiyeon dengan gugup. Jiyeon pun berdiri dan menginjak injak sepatu JB.
“kenapa?”
“biar , sepatu bekasmu semakin banyak . dan aku akan menunggunya” jawab jiyeon dengan tersenyum.
Sementara itu , wooyoung dan IU hanya terdiam di kamar.

“(ayo , kau harus mengutarakannya)” desak wooyoung di dalam hati.
“*1*naneun neorul saranghaeyo” sahut wooyoung tiba tiba.
“*2* mwo?” IU menjadi bingung , kenapa tiba-tiba wooyoung mengutarakan perasaanya. Tetapi didalam hati IU dia sangat mendambakan detik-detik ini.
“iya , naneun neorul saranghaeyo”
“*3* Cho?” Tanya IU sekali lagi.
*1* aku mencintaimu.
*2* apa? 
*3*aku?
“iya”
“aku juga”
“benarkah?” teriak wooyoung dengan senang.
“iya”
“Baiklah , karena kita telah resmi bagaimana kalau kita berfoto bersama” wooyoung menarik IU untuk dekat dengannya.
Mereka menjadi pasangan yang sangat bahagia , dan dua minggu kemudian.
“IU , kau sudah sehat?” Tanya jiyeon.
“tapi , kenapa kau bersama wooyoung?” Tanya jiyeon penasaran.
“kami sebentar lagi akan  tunangan” jawab IU dengan senyuman.”apa? kalian sebentar lagi akan tunangan?” Tanya jiyeon dengan heran.
“iya, kami sebentar lagi akan tunangan.” Jawab wooyoung.
“wahh, keren. Kapan? Kalian mengundang kami kan?” Tanya jiyeon dengan bersemangat.
“ada apa?” Tanya JB dengan tiba-tiba.
“iss , kamu dari mana aja?” Tanya jiyeon.
“hehe , sori . aku baru latihan. Maaf ya” pinta JB kepada jiyeon.
“wah.. sepertinya ada yang baru jadian.” Sindir IU.
“apaan sih” jiyeon menjadi salah tingkah mendengarnya.
“oh iya , kalian jangan lupa datang ya” sahut wooyoung.
“kemana?” jawab JB.
“ke acara tunangan kami.”jawab wooyoung dengan tersenyum dan memeluk IU.
“kalian akan tunangan?”
“iya , kenapa?”Tanya wooyoung sedikit curiga.
“ah , tidak papa. Hanya kaget saja , kapan?” Tanya JB
“dua hari lagi”
“baikalah , kami akan datang paling awal”

Dua hari kemudian , hari pertunangan pun semakin jelas di depan mata .
“aku gugup” sahut IU kepada jiyeon.
“sudah , santai saja IU” jawab jiyeon.
IU  pun mengambil nafas dalam-dalam, dan mulai berjalan keluar menuju panggung. Di luar sana banyak yang datang . mulai dari teman dekat IU , IU pun naik ke atas panggung.
semua orang berdiri untuk menyaksikan acara pemasangan cincin antara wooyoung dengan IU.
“we always together” bisik wooyoung kepada IU.
“gomawo” sahut IU.
gitar IU pun menjadi saksi cinta mereka berdua , IU menyanyikan sebuah lagu .
“aku menyanyikan lagu ini untuk wooyoung , dialah yang bisa membuatku tidak menangis lagi. Sampai sekarang , dan semoga itu tetap terjaga selamanya. SOMEDAY”
IU bernyanyi dengan merdu semua orang yang ada di acara itu sangat menikmati suara nyanyian IU yang merdu dan lembut. (terimah kasih tuhan , karena engkau mengirimkan seseorang yang aku tunggu sejak dulu . semoga dia menjadi apa yang aku harapkan) harap IU di dalam hati.

NB: cerita ini hanya fiktif
bersambung